Indonesia | English
HALAMAN DEPAN TANYA JAWAB CARA PEMAKAIAN TESIS
TRIJANI SUWANDI
KONTAK KAMI
TANYA   : 1. Mengapa metronidasol gel dianggap efektif untuk merawat penyakit periodontal?
JAWAB : Metronidasol merupakan antimikroba spesifik untuk bakteri gram negative seperti Bacteroides gingivalis, Bacteroides forsythus and Treponema denticola yang merupakan penyebab utama periodontitis. Metronidasol bersifat bakterisid (membunuh kuman). Hasil penelitian Suwandi (2003) aplikasi metronidasol gel setelah skeling dan penghalusan akar dapat mengurangi kedalaman poket dan perdarahan saat probing, meningkatkan perlekatan dan meminimalkan operasi flep.
TANYA   : 2. Apakah perbedaan kandungan antara ties metronidasol gel dan ties metronidasol gel plus?
JAWAB :
a. Pada Ties metronidasol gel terkandung 25% metronidasol
b. Pada Ties metronidasol gel plus terkandung 25% metronidasol dan asam mefenamat ( analgetik dan anti inflamasi)
Ties metronidasol gel Ties metronidasol gel plus
TANYA   : 3. Apakah indikasi ties metronidasol gel dan ties metronidasol gel plus?
JAWAB :
Indikasi ties metronidasol gel : periodontitis kronis dengan poket periodontal 4-7 mm.
Indikasi ties metronidasol gel plus : gingivitis berat atau periodontitis dengan poket dangkal, abses periodontal, pembengkakan dan perdarahan gingival. Selain itu dapat digunakan untuk mengatasi abses periapikal dengan mengaplikasikan di dalam saluran akar atau kamar pulpa sebagai rotation perawatan saluran akar.
TANYA   : 4. Apakah penggunaan ties metronidasol gel dapat digantikan dengan metronidasol tablet peroral?
JAWAB :
Dasar penggunaan ties metronidasol gel untuk menggantikan efek yang tidak diinginkan dari metronidasol tablet, serta untuk mendapatkan konsentrasi terbesar dalam sulkus gingiva.
Asumsi pada kasus periodontitis kronis ( 2-3 gigi yang terlibat) maka dosis metronidasol oral yang diberikan adalah 15 tablet @ 500 mg 3x1 sehari. Efek yang biasanya terjadi gejala gastrointestinal, mual-mual, muntah dsb, sehingga pasien umumnya malas untuk meminum obat secara teratur. Hal ini menyebabkan hasil penyembuhan tidak sesuai yang diharapkan.
Bilamana kita mengaplikasikan metronidasol gel, maka dosis yang diberikan hanya 25 mg. Pasien tidak perlu meminum obat lagi. Keadaan ini dapat diulang pada kontrol 1 minggu.
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi metronidasol dalam cairan sulkus lebih tinggi daripada konsentrasi dalam plasma darah.
TANYA   : 5. Bagaimana cara mengaplikasikan ties metronidasol gel?
JAWAB :
Setelah dilakukan skeling dan penghalusan akar, daerah operasi diisolasi dengan gulungan kapas. Ties metronidasol gel diaplikasikan dengan memasukkan ujung tip jarum tumpul ke dalam poket sedalam 2 mm, lalu diaplikasikan sampai terlihat ada gel keluar dari marginal gingival, lalu sisa gel tersebut dibersihkan dengan kapas.
Aplikasi dengan ujung tip masuk 2 mm
TANYA   : 6. Bagaimana cara mengaplikasikan ties metronidasol gel plus untuk mengatasi poket?
JAWAB :
Ada 2 cara :
1. Pada poket sedang 3-4 mm. Aplikasi dilakukan setelah skeling dan penghalusan akar, dengan memasukkan ujung tip jarum yang tumpul ke dalam poket sedalam 2 mm lalu diaplikasikan sampai terlihat ada gel keluar dari marginal gingival, lalu sisa gel tersebut dibersihkan dengan kapas.
2. Pada poket dangkal (2-3 mm) disertai peradangan dan pembengkakan gingival, gingiva mudah berdarah. Aplikasikan dengan plastic filling. Ties metronidasol gel plus ditekan sedikit ke glass plate, lalu dengan bantuan plastik filling gel dimasukkan ke dalam poket lalu digerakkan ke arah proksimal.
Aplikasi dengan ujung tip masuk 2 mm Aplikasi dengan bantuan plastik filling
TANYA   : 7. Apakah ties metronidasol gel dapat mengencangkan gigi yang goyang?
JAWAB :
a. Penyebab kegoyangan gigi ada bermacam-macam. Bilamana terdapat kegoyangan 2 derajad, yang disebabkan dari peradangan maka aplikasi ties metronidasol gel setelah skeling penghalusan akar akan menyelesaikan masalah kegoyangan gigi tersebut.
b. Bilamana pada kasus kegoyangan gigi 2 derajad, yang disebabkan peradangan disertai trauma from occlusion maka perawatannya berupa aplikasi ties metronidasol gel setelah skeling penghalusan akar, yang sebelumnya dilakukan oclusal adjustment terlebih dahulu.
c. Bilamana kasus kegoyangan gigi lebih dari 2 derajad, yang disebabkan peradangan dan trauma from occlusion maka perawatan idem di atas, dan diperlukan splinting periodontal untuk memobilisasi kegoyangan dan untuk menyalurkan tekanan.
Jadi penyebab kegoyangan gigi harus diidentifikasi terlebih dahulu.
Metronidasol gel berfungsi sebagai antimikroba ( membunuh plak bakteri sebagai penyebab peradangan)
TANYA   : 8. Instruksi apakah yang diberikan pada pasien setelah aplikasi ties metronidasol gel?
JAWAB : Pasien diinstruksikan untuk tidak membuang ludah, berkumur-kumur, ataupun makan minum minimal 1 jam setelah aplikasi.
Copyright Ti-eS Apotek. All rights reserved.